SUARABINTARA.COM, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., bersama Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo, S.E., dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji M.Si dan Forkopimda Hadiri Groudbreaking pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Lot 6 pantai Sine – Batas Kabupaten Blitar di dekat Pantai Pacar Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (19/05/2022).
Acara ditandai dengan pemecahan kendi oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung dilanjutkan oleh Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Ir.Satrio Sugeng Prayitno MM. dan jajarannya .
Bupati Maryoto Birowo mengatakan pembangunan JLS Lot 6 pantai Sine – Batas Kabupaten Blitar merupakan pengembangan kawasan selatan sebagai upaya mengatasi ketertinggalan ekonomi dibanding kawasan utara.
Dengan dimulainya pembangunan JLS Lot 6 merupakan sarana utama bagi semua akses masyarakat baik aspek ekonomi, sosial, dan lainnya. Saat ini pembangunan pansela yang melintasi Tulungagung dari 54 sudah terbangun 37 kilometer, sehingga masih kurang 17 kilometer.
“Dibukanya JLS ini suatu kebahagiaan bagi masyarakat Tulungagung. Selain itu, akan merubah mindset maupun pola kehidupan masyarakat,” ungkap Bupati Maryoto didampingi Wabup Gatut Sunu.
“Tulungagung itu potensi industri luar biasa sekali, jalur pansela akan berdampak baik bagi produsen seperti hasil perikanan laut atau pertambangan akan lebih mudah dalam mendistribusikannya,” tambahnya.
Maka dengan diterbitkannya Perpres 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, masyarakat di kawasan Selatan berharap akan dapat mengurangi kesenjangan penyediaan infrastruktur di Jawa Timur serta akan dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhan Kawasan selatan terhadap Kawasan tengah dan utara.
“Dalam Perpres 80 Tahun 2019 tersebut ada beberapa program superprioritas yang telah dilaksanakan yaitu : Pembangunan Bandara Doho Kediri, Pembangunan jalan tol Tulungagung – Kediri dan Pembangunan Pansela/JLS,” sambungnya.
Satrio Sugeng Prayitno Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung beserta jajaran Forkopimda atas kerjasamanya sehingga memudahkan pembangunan jalur pansela.
“iya benar, Tulungagung itu potensinya luar biasa sekali, terimakasih Bupati Tulungagung dan jajaran Forkopimda atas kerjasamanya sehingga memudahkan pembangunan jalur pansela ini,” jelasnya.
Pembangunan jalur pansela dimulai dari Banten Jawa Barat sampai Banyuwangi Jawa Timur. Secara keseluruhan pembangunan pansela di wilayah Jawa Timur baru terealisasi 30 persen dari 627 kilometer yang harus diselesaikan dan ditargetkan Tahun 2025 dapat terselesaikan.